Lika-Liku Lukman Hakim Mempopulerkan Kampung Wisata Kerujuk


1
1 point

Desa wisata kampung kerujuk dapat dikatakan sebagai kebalikan dari wisata puncak bukit bengkaung. Jikalau di bukit bengkaung para pengunjung dapat menikmati panorama alam dari puncak bukit maka desa wisata kampung kerujuk merupakan wisata lembah. Dengan dikelilingi bukit di semua arah mata angin. Kelompok perbukitan yang nampak cukup tinggi sehingga sering ujungnya diselimuti awan.

Kampung Krujuk yang berdekatan dengan Rumah (pendopo) Bapak Bupati Kabupaten Lombok Utara (Najmul Akhyar) di kecamatan pemenang, menyediakan banyak mainan tradisional yang dapat  membuat pengunjung seolah  melayang-layang dan lupa semua persoalan. Apalagi semua jenis permainan yang disediakan adalah jenis-jenis permainan tradisional yang sangat berbeda dengan jenis-jenis permainan digital yang mengandalkan Gadget. Tentu jenis permainan ini tidak akan pernah dapat dipertemukan.

Permainan di kampung desa wisata kerujuk menuntut keterlibatan aktif aktor-aktornya, sehingga dapat pula dijadikan kegiatan olah raga. Seru satu kata tepat menggambarkan permainan-permainan yang disediakan. Permainan-permainan yang ada sangat cocok bagi usia anak-anak walaupun ada juga jenis permainan yang disediakan untuk orang-orang dewasa, seperti flying fox.

Flying fox di desa wisata kampung kerujuk mempunyai panjang lintasan sekitar 200 meter dengan menara start di punggung bukit sebelah timur menuju finish di sebelah barat. di bawah perlintasan flying fox terdapat bentangan sawah yang selalu hijau dan jembatan buatan bagi para pemain flying fox untuk kembali ke garis start. Jembatan  flying fox dengan beton-beton sebagai tiang tepat berada di atas sawah dengan cat warna warni yang membuat padanannya dengan latar -belakang sawah di sekitarnya nampak harmoni, semakin menambah keindahan alam wisata kampung kerujuk. Tentu saja jembatan ini juga dapat dipakai sebagai back ground untuk berselfi ria bagi para pengunjung.

Di samping wisata desa kampung kerujuk menyediakan berbagai macam bentuk permainan alami, juga menyediakan home stay-home stay bagi wisatawan yang hendak menginap di sana. Home stay-home stay yang tersebar dengan bangunan yang elegan ditambah dengan nuansa alami dapat memberikan rasa tenang dan damai. Di samping itu terdapat pula balai-balai kayu dan berugak yang bertingkat. Semua dapat melengkapi wisata desa kampung kerujuk dengan permainan-permainan tradisionalnya yang juga unik.  

Permainan-permainan yang ada di Kampung Wisata Kerujuk dapatlah kiranya dijadikan alternative bagi masyarakat terutama usia anak-anak ketika mereka telah lelah dengan jenis-jenis permainan digital yang disediakan baik secara off line (tidak tersambung Internet)  maupun on line  (tersambung dengan internet). Jenis-jenis permainan digital ini juga di samping banyak menghabiskan pulsa (biaya) dikatakan juga jenis-jenis permainan digital kurang mendidik.

Seorang anak harus bermain sendiri melawan gadget yang menyediakan berbagai jenis permainan. Apalagi jenis permainannya adalah jenis permainan yang bergenre kekerasan, berupa perang-perangan, baik berupa perang langsung dengan senjata tradisional (pedang, keris, pisau, maupun dengan kontak fisik langsung) maupun dengan senjata-senjata modern seperti pistol, laras panjang, dan Bom (granat). Belum lagi melibatkan jenis-jenis senjata alat berat seperti tank-tank dan sejenisnya. Di mana permainannya juga ter-setting lewat satu opsi killing (membunuh) atau dibunuh.

Permainan-permainan yang disebutkan di atas jikalau terus-menerus menjadi menu setiap hari tentu saja banyak hal secara psikologis dapat menganggu. Dengan bermain sendiri menghadapi lawan-lawan di dunia maya sesungguhnya secara tidak langsung mengajarkan si anak menjadi seorang individualis. Mengajarkan kepada mereka sesuatu yang sangat keras, namun dianggap sebagai sesuatu yang wajar. Membunuh dan membunuh semudah menepuk lalat sehingga frame psikologis si anak kurang baik bagi keberlangsungannya di kehidupan mereka kelak.

Belum lagi secara jangka pendek si anak dikhawatirkan kurang mempunyai daya sensitivitas terhadap sesama karena tahunya hanya bermain sendiri. Berdiam diri tidak melakukan komunikasi secara terus-menerus, namun yang akitf adalah otaknya yang mencari cara bagaimana cara memenangkan pertandingan. Jika ini terus menerus dilakukan bisa jadi si anak telah dididik untuk menang sendiri.

Tentu masih banyak lagi efek psikologis yang kurang baik bagi anak-anak yang terus-menerus disuguhkan jenis-jenis permainan offline dan online. Namun di sini bukan tempat yang layak untuk digambarkan. Penulis hanya ingin mengatakan bahwa alangkah elok jikalau jenis-jenis permainan tradisional yang ada di Kampung wisata kerujuk kiranya terus dapat dikembangkan kepada anak-anak.

Oleh karenaya berwisata ke kampung kerujuk adalah sama dengan mengajak anak-anak untuk terlibat dan merasakan permainan-permainan alami yang mengedepankan kebersamaan dan sportivitas. Mengajak keluarga untuk bermain bersama-sama dengan keluarga di alam terbuka merupakan pilihan cerdas bagi psikologi yang penat oleh kondisi kehidupan social metropolis. Merasakan belaian alam yang sungguh memberikan sensasi surprise.

Di samping ketersediaan permainan-permainan tradisional bagi para pengunjung  Kampung Wisata Kerujuk juga sudah tentu menawarkan nuansa alam yang unforgettable bagi para wisatawan. Masuk melalui pertigaan sebelum pedopo Bupati KLU (H. najmul Akhyar) mengambil jalur ke Utara menaiki jalan menanjak. Sekitar satu kilo dari pertigaan masuk tersebut pengunjung sudah dapat merasakan nuansa kedamaian, kesejukan dan keindahan alam kampung kerujuk.

Diapit perbukitan di semua sisi utara, selatan, dan timur. Memandang jauh terlihat bukit-bukit menjulang tinggi saling bersilangan. Sepoi angin berhembus teriring nyanyian burung-burung dan serangga-serangga. Terus memasuki area wisata kampung kerujuk semakin membuat hati terasa tentram. Berbagai macam jenis Pohon-pohon menjulang tinggi di sepanjang perjalanan menuju obyek –obyek permainan yang disediakan.

Menyusuri jalan-jalan terasa sangat nyaman, alam pertanian dengan sawah-sawah yang selalu hijau. Masyarakat kampung kerujuk yang ramah dan khas. Kondisi Sosial masyarakatnya itu seolah ikut serta  melengkapi keindahan yang ditawarkan kampung Wisata Kerujuk. Bagi yang hendak berlibur dipersilahkan datang karena dijamin tidak akan menyesali perjalanan ke kampung wisata ini. Seperti yang diceritakan oleh Pak Hakim Al-manaf selaku ketua Pokdarwis Desa bahwa ada beberapa tamu luar negeri yang tujuannya ke Lombok adalah Gili-gili yang ada di KLU, namun ketika mereka datang ke kampung Wisata Kerujuk mereka memutuskan untuk tinggal lebih lama dan menjadikan Gili-Gili tersebut sebagai kunjungan pelengkap.

Mereka memutuskan untuk menginap lebih lama dari rencana yang mereka telah buat, karena mereka merasa nyaman dan jatuh cinta dengan kondisi alam kampung Wisata Kerujuk yang damai, indah –nan elok. Kondisi ini juga semakin diperindah oleh bentangan sungai yang mengalir melewati obyek-obyek Wisata kampung kerujuk. Air sungainya yang jernih, mengalir  gemercik melewati sela-sela bebatuan kerikil dan batu-batu mengesankan keabadian dengan iramanya yang menenteramkan jiwa. Sungguh membuat siapaun yang berkunjung menjadi falling in love.

Sungguh dari kondisi irama air sungai yang mengalir gemercik itulah sebenarnya yang memberi ilham kepada pak Hakim Al-manaf untuk berbenah. Ia ingin agar air yang mengalir melewati sungai-sungai itu bisa bertahan selama-lamanya sampai akhir massa. Ia ingin agar apa yang ada di risalah abadi di mana sering bercerita tentang keindahan surga yang di dalamnya mengalir air jernih memanjakan para penghuninya, pun kekal di dalamnya  bisa ia gambarkan lewat kegigihannya memelihara ekosistem alam yang menjadi sumber air jernih tersebut. 

Untuk melengkapi informasi tentang wisata desa kampung kerujuk terdapat pula papan paket wisata di sana di mana dituliskan dinataranya 1. Out bond, 2. Flting Fox. 3. Meeting center, 4.Wisata budaya pesedaan, 5. Bumi perkemahan, 6. Membuat kerajinan tradisional, 7. Spot poto. 8. Wisata sepeda, 9. Wisata mancing. 10. Pasar rakyat di area desa wisata kampung kerujuk setiap hari ahad.

Keberadaan desa wisata kampung kerujuk merupakan kerjasama antara banyak pihak, baik pemerintah desa dengan Pokdarwisnya, pemerintah Provinsi dengan Dinas Pariwisatanya yang ikut andil memberikan berbagai macam bantuan fasilitas, Dinas pariwisata Kabupaten Lombok Utara juga membangunkan berbagai macam fasilitas. Ada juga keterlobatan dana aspirasi dewan Kabupaten yang membangun balai pertemuan di tengah tengah area wisata desa kampung kerujuk.  

Untuk diketahui bahwa wisata kampung kerujuk walaupun sangat siap untuk dikunjungi, namun demikian stagnan dengan adanya musibah gempa tahun 2018 dan ketika hendak launching datang badai covid 19. Ketika gempa melanda Kabupaten Lombok Utara (KLU) keberadaan fasilitas-fasilitasnya tidak banyak terganggu karena memang tidak ada bangunan berbahan dasar tembok permanen melainkan bangunan-bangunan dan fasilitas di sana terbuat dari kayu dan besi. Kini di era new normal wisata desa kampung kerujuk kembali mengambil ancang-ancang untuk menerima pengunjung. Tentunya pilihan untuk berwisata di desa wisata kampung kerujuk ini dapat menjadi pilihan tepat bagi masyarakat, mengingat tempatnya yang sangat strategis dengan nuansa alam yang masih perawan akan dapat membantu bagi me-refresh diri dari teror covid 19. Tentu para wisatawan harus tetap menjaga SOP new normal sebagai bentuk usaha maksimal menghindar dari badai covid 19 itu sendiri, namun sejauh ini keberadaan desa wisata kampung kerujuk steril dari virus wuhan sampai saat ini. 

Menggagas Kampung Wisata

Lukman Hakim, Ketua Pokdarwis Kampung Wisata Kerujuk selfie bersama penulis.

Ada dua masalah yang mengganjal di hati Hakim Al-manaf sepulangnya dari menempuh penididkan Tinggi di Kota Semarang yaitu masalah krisis air, yang mana kondisi tersebut disebabkan oleh perusakan ekosistem hutan. Jadi pak Hakim sudah dapat mengidentifikasi persoalan besar yang mendera alam yang berimplikasi pada eksistensi daya dukung lingkungan terhadap manusia. Menurut pak hakim jika dua masalah di atas dibiarkan berlarut-larut ujung-ujungnya adalah akan menjadi boomerang bagi maasyarakat disekeliling yang juga akan berdampak ke masyarakat lainnya.

Kiranya itulah ia kemudian berfikir serius bagaimana menanggulangi dua persoalan itu sekaligus bagaimana mengubahnya menjadi peluang yang dapat mendatangkan keuntungan bagi masyarakat. Potensinya jelas alam yang indah, karunia Tuhan semesta Alam, namun tantangannya adalah bagaimana alam yang indah tersebut bisa lestari dan di sisi lain dapat mendatangkan keuntungan bagi semua pihak.

Alam yang indah –nan elok, jikalau tidak dicarikan jalan bagi memenuhi kebutuhan hidup masyarakatnya maka perlahan-lahan alam yang indah tersebut bisa dirusak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat. Dalam pada itu maka sulit dibayangkan air yang mengalir melewati sungai-sungai di kawasan bisa bertahan lebih lama. Air-air yang mengalir sangat bergantung terhadap kondisi stabilitas ekosistem hutan. Bilaman hutannya lestari maka air yang mengalir pun lestari.

Namun semakin hari debit air yang mengalir seperti diceritakan pak Hakim sepertinya semakin berkurang. Artinya harus ada solusi yang dapat diberikan kepada masyarakat agar dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka tidak merusak hutan atau mengeksploitasinya terus-menerus. Solusi yang ditawarkan oleh pak Hakim dan kawan-kawan pun adalah harus ada pemasukan bagi pemenuhan kebutuhan ekonomi masyarakat . Dari latar demikianlah  muncul ide wisata alam kampung Kerujuk. 

Bersama rekan-rekan satu kampung pak Hakim Al-manaf kemudian menggagas forum sadar wisata (fokdarwis) Desa wisata Kerujuk. Setelah terbentuk Pak Hakim menggandeng sahabatnya yang seorang konsultan Desa-Desa Wisata Indonesia Bapak Panji Kusuma yang berasal dari Yogyakarta. Selama lebih kurang 2 tahun Pak Panji Kusuma men-super visi Pak Hakim Al-Manaf dengan rekan-rekan dalam rangka membangun kampung wisata kerujuk. Hasilnya kemudian disepakati bersama pembuatan berbagai fasilitas khas wisata Kampung Kerujuk seperti yang telah diceritakan terdahulu di mana lokasi alamnya ditata sedemikian rupa dengan menyediakan berbagai fasilitas permainan anak-anak sampai dewasa.

Selain pokdarwis ada juga kelompok-kelompok masyarakat yang ikut serta di dalam menunjang keberadaan pariwisata di wilayah ini seperti, kelompok tani, kelompok kuliner, kelompok kerajinan, kelompok pemandu. Semuanya bahu membahu untuk mewujudkan pariwisata yang nyaman bagi para pengunjung sekaligus dengan cara itu mereka mendapatkan keuntungan dari kehadiran wisata desa kampung kerujuk. Keberadaan kelompok-kelompok tersebut merata ada di 6 RT di kekadusan Kampung kerujuk.


Like it? Share with your friends!

1
1 point
Ahmad Efendi

Writer and Lecturer. Pendiri Komunitas Balai Tulis Literasi guna meningkatkan dan memajukan dunia literasi Indonesia khususnya Provinsi Nusa Tenggara Barat.