Lalu Ading Buntaran, Pengusaha Walet yang Pantang Menyerah


Asalkan ada keinginan untuk berjalan-jalan ke luar negeri, dengan mudah dapat direalisasikan. Mau ke China, Asean, timur tengah, mesir, mengirim anak kuliah ke USA semua dapat dilaksanakan oleh seorang pengusaha bernama lengkap Lalu Ading Buntaran.

Membeli kendaraan, dari motor sampai  mobil beberapa unit mobil mini bus maupun kendaraan jasa angkutan dapat diwujudkan. Mendirikan rumah tahfiz, mendirikan koperasi syariah, membuat pertanian terpadu dengan peternakan juga dapat dilaksanakan dengan mudah.

(ASEPKU) Agama, social, pendidikan, kesehatan, untuk ummat merupakan tag line dari Miq Ading dalam rangka melaksanakan visi dan misi kemasyarakatnnya. Di sisi lain ia juga dapat melaksanakan kewajibannya sebagai ketua yayasan pendidikan formal di desanya. Keterpaduan antara kerja sosial dan kerja-kerja lainnya mampu ia lakukan secara rutin.

Pangkal dari semua kerja keras itu berangkat dari kekuatan ekonomi yang ditopang oleh komoditas peternakan burung walet yang selama ini digeluti. Memiliki 12 kandang burung walet yang tersebar di beberapa tempat Pulau Lombok sampai dengan di Calabai, Kabupaten Dompu telah membuat kehidupan Miq Ading menjadi sangat mudah dalam membiayai semua kegiatan keluarga besar dan kerja-kerja sosial lainnya.

Dalam satu kandang burung walet dapat menghasilkan ratusan juta setiap bulan, sehingga dengan memiliki 12 kandang burung walet dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah hingga milyaran dalam sebulan. Dengan output besar seperti itu maka wajarlah Miq Ading dapat melakukan banyak kerja sosial bahkan masuk ke kerja politik sebagai tim sukses salah satu pemimpin daerah.

Kehidupan Miq Ading dengan segala kecukupannya kini sebenarnya bukan tanpa ujian. Bahkan Miq Ading secara personal yang kebal dengan berbagai macam ujian. Jatuh bangun berkali-kali menuju prosesnya yang serba berkecukupan. Ia merupakan contoh entrepreneur sejati karena memang tidak ada kamus menyerah di dalam hidupnya.

Beralamatkan di Desa Kateng, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, komplek perumahan walet yang menyatu dengan area pertanian dan perkebunan memungkinkan terjadinya proses produksi dari hulu sampai hilir. Di komplek perumahannya itu bisa dihasilkan keterpaduan antara pertanian, perikanan, peternakan untuk diolah menjadi bahan-bahan industrialisasi. Ada kopi sarang burung walet, ada resto yang bahan bakunya dari lingkungannya sendiri. Pangkal semuanya merupakan hasil dari beternak burung walet itu sendiri.


Like it? Share with your friends!

Ahmad Efendi

Writer and Lecturer. Pendiri Komunitas Balai Tulis Literasi guna meningkatkan dan memajukan dunia literasi Indonesia khususnya Provinsi Nusa Tenggara Barat.