Kendaraan Listrik, Kendaraan Masa Depan


Jikalau anda berkunjung ke (Science Technology and Industrial park)  STIPark NTB yang terletak di jalan By pass BIL di wilayah Desa Banyumulek Lobar, maka bisa melihat dari jarak dekat keberadaan dari prototype-prototipe kendaraan listrik. Ada sepeda, motor dan mobil listrik dipamerkan di ruang eduwisata di sana. Keberadaannya sengaja dipamerkan agar dapat dilihat secara luas oleh masyarakat untuk mengenal alternative kendaraan yang dapat menjadi pilihan di masa depan.

Bagaimanapun juga kendaraan listrik mempunyai banyak kelebihan-kelebihan dibandingkan kendaraan-kendaraan berbahan bakar fosil. Ada banyak isu lingkungan yang menjadi latar belakang dari kedua jenis kendaraan tersebut untuk berada pada posisi berhadap-hadapan. Kendaraan listrik jelas tidak memberikan pengaruh buruk terhadap keberlanjutan(sustainability) lingkungan, sedangkan kendaraan berbahan baku fosil memberikan pengaruh yang kurang baik terhadap lingkungan itu sendiri. 

Kendaraan listrik tidak mempunyai suara kecuali suara klakson sebagai penanda kode di jalanan. Maknanya bahwa dari sisi suara saja sudah bisa memberikan kebaikan bagi masyarakat karena tidak menimbulkan kebisingan. Sedangkan pada prinsipnnnya juga kendaraan listrik dapat “menyelamatkan” lingkungan dari polusi sehingga tidak memperburuk kualitas lingkungan yang akan berdampak kurang baik bagi manusia.

Dari alasan-alasan singkat yang dipaparkan terdahulu maka jelas kendaran listrik adalah kendaraan masa depan. Kendaraan yang sangat menarik dari sisi kelestarian lingkungan, sehingga layak menjadi perhatian bersama semua pihak terutama pemerintah yang mempunyai kekuasaan untuk terus mendorong pengembangan kendaraan-kendaraan listrik. Seiring hal itulah maka pemerintah NTB lewat UPTD Dinas Perindustrian (STIPark NTB) terus mencoba memberikan fasilitas terbaik bagi pengembangan kendaraan-kendaraan tanpa suara itu.

Pengembangan kendaraan-kendaraan listrik dapat memicu industrialisasi banyak komponen. Satu kendaraan listrik dirangkai dari banyak komponen sehingga hal itu dapat menjadi titik tolak bagi meramaikan skill masyarakat dalam rangka mecoba berkreativitas untuk mengadakannya. Seperti keberdaan mobil listrik, di mana saat ini NTB sudah bisa membuat rangka dan komponen-komponennya. Sedangkan mesin nya saja yang dikatakan masih didatangkan dari luar.

 Hal ini seperti yang dinyatakan oleh Pak Irwan pemilik CV Ardika Teknik yang beralamatkan di KM 2.1 Sedau-Sesaot, di mana di sinilah Mobil Listrik itu dirakit. Pak Irwan ini sekaligus Guru SMKN 1 Lingsar sehingga siswa-siswanya juga otomatis diajarkan bagaimana merakit mobil listrik, motor dan sepeda listrik sekaligus. Artinya dalam waktu tidak terlalu lama kendaraan listrik ini dapat di produksi massal dengan jangka waktu singkat disebabkan karena banyaknya yang menguasai komponen pembuatannya. Satu unit mobil listrik saja hanya dibutuhkan waktu 2 minggu untuk dikerjakan kata Pak Irwan.

Persoalnnya sekarang adalah ada tidak yang mampu membiayai pembuatan massalnya. Sekira ada investor yang berminat menanamkan modalnya yakin kendaraan-kenadaran listrik seperti mobil listrik ini juga akan segera bisa diproduksi massal. Di sinilah kerjasama banyak pihak harus berjalan, pemerintah terutama dapat menentukan cepat atau lambatnya produksi kendaraan listrik ini. Sekira pemerintah dapat segera membangun kemitraan dengan berbagai pihak yang berkompetensi diyakini kendaraan-kendaraan listrik termasuk mobil listrik akan segera mewujud dalam jumlah besar.


Like it? Share with your friends!

Ahmad Efendi

Writer and Lecturer. Pendiri Komunitas Balai Tulis Literasi guna meningkatkan dan memajukan dunia literasi Indonesia khususnya Provinsi Nusa Tenggara Barat.