Investasi Oil Refinery Teluk Santong: Bisa Dilaksanakan, Bukan Wilayah Konservasi


Tulisan ini untuk menjawab tuduhan bahwa Gubernur NTB merusak kawasan konservasi Teluk Saleh atas investasi Oil Refinery. Tentu argumentasi dangkal itu berdasarkan pada hasil rekomendasi UNESCO 2020 Teluk Saleh Biosfer (Aquarium) Dunia. Pertentangan argumentasi antara kebijakan pengelolaan kawasan ekonomi khusus daerah dengan rekomendasi UNESCO.

Teluk Santong, bukan wilayah Konservasi. Justru Teluk Santong dalam sejarahnya merupakan kawasan pengembangan dan pembangunan ekonomi khusus daerah Pulau Sumbawa. Walaupun demikian, tidak sembarang wilayah ditetapkan dikonservasi.

Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 1998 menyebutkan dua jenis kawasan konservasi, yaitu pertama; kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas tertentu, baik itu daratan maupun perairan laut yang fungsi pokoknya sebagai kawasan pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan juga pada satwa.

Kawasan suaka alam sendiri memiliki ekosistem yang sekaligus dapat di fungsikan sebagai wilayah sistem penyangga kehidupan. Kawasan suaka alam terdiri atas kawasan cagar alam dan kawasan suaka marga satwa. 
Kawasan cagar alam adalah kawasan suaka alam yang ciri keadaan alamnya memiliki kekhasan tersendiri dari tumbuhan, satwa, dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya keberlangsungan secara alami.

Kedua; kawasan pelestarian alam, merupakan kawasan yang mempunyai ciri khas tertentu pada daerahnya, baik di daratan maupun perairan, yang berfungsi sebagai perlindungan sistem penyangga dalam kehidupan, serta pengawetan keanekaragaman, jenis tumbuhan, satwa dan upaya pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati. 

Pertanyaannya, apakah Kawasan Teluk Santong termasuk kawasan konservasi ?. Jawabannya: bukan kawasan konservasi, tetapi justru kawasan pengelolaan ekonomi daerah. Alasannya, harus dibedakan antara wilayah fungsi konservasi dengan rekomendasi Teluk Saleh sebagai biosfer dunia oleh UNESCO.

Teluk Santong bukan suatu wilayah yang memenuhi kriteria konservasi. Tetapi wilayah yang telah ditentukan sebagai pusat pengembangan ekonomi daerah sejak zaman Belanda dan Jepang. Indikator sebagai kawasan ekonomi khusus adalah: kawasan tanah Teluk Santong yang masuk kawasan hutan sosial yang dinamakan Kawasan Labu Boran.
Syarat wilayah yang harus dikonservasi adalah wilayah yang memiliki kriteria tertentu, terdapatnya kumpulan hewan, tumbuhan, dan bentang alam yang lengkap mewakili wilayahnya dan tiap spesies yang ada di dalamnya memiliki kemampuan bertahan hidup. 

Secara khusus, kriteria wilayah tersebut, memiliki komunitas langka dan ekosistemnya stabil yang dapat dikelola agar terhindar dari ancaman kerusakan. Selain itu, memiliki keanekaragaman yang tinggi dan memiliki daya tahan tinggi terhadap perubahan lingkungan.

Wilayah-wilayah yang memiliki kriteria tersebut akan mengalami kerusakan jika tidak dilindungi oleh negara. Perlindungan dilakukan dengan menetapkan wilayah konservasi untuk dilindungi dari kerusakan, terutama oleh manusia dan aktivitasnya.

Bagaimana dengan kajian Biosper Dunia?. Apa yang dimaksud Biosper dunia?. Biosper itu lapisan geografis yang ditandai oleh keanekaragaman spesies, biota laut dan coral (terumbu karang). Tentu, pemberian peringkat Biosper untuk Teluk Saleh sebagai apresiasi atas penjagaan dan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan wilayah Teluk Saleh.
Penetapan Biosper juga tidak dalam keadaan haram hukumnya untuk dikelola sumber daya kelautan dan perikanan yang ada. Terutama nilai-nilai ekonomi yang terkandung di dalamnya berupa sumber daya yang bisa diperbaharui dan nonterbarui atau dieksploitasi.

Jadi, investasi Oil Refinery di Teluk Santong, bukan berhadapan dengan doktrin lingkungan maupun kawasan konservasi. Tetapi, sejauh mana kawasan ekonomi Teluk Saleh dikelola secara baik, berbasis pada investasi yang melibatkan kekuatan masyarakat lokalitas.

Sejauh, analisis kawasan Teluk Saleh bahwa bukan wilayah kawasan konservasi. Tetapi, memang benar wilayah Teluk Santong wilayah pengembangan dan pengelolaan ekonomi daerah berbasis pada lokalitas.
Bagaimana masa depan Teluk Saleh pada wilayah Teluk Santong?. Hal ini membutuhkan fokus untuk pengembangan karena sejak dulu kala, memang Teluk Santong menjadi Epicenterum pengembangan sektor ekonomi, ESDM, minyak dan gas serta lainnya.

Sudah tepat, Provinsi NTB menetapkan Teluk Santong sebagai pusat pengembangan ekonomi daerah yang merupakan bagian dari pembangunan kawasan samota juga.


Like it? Share with your friends!

Rusdianto Samawa
Pelaku usaha di bidang kelautan sekaligus sebagai Ketua Umum Front Nelayan Indonesia (FNI).