ICSB NTB Menambah Panjang Daftar Lembaga UKM, Ini Tanggapan Pelaku Usaha


Akhir – akhir ini nampaknya para pelaku usaha khususnya Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Nusa Tenggara Barat semakin bergairah untuk berorganisasi, dan berbagai pihak pun semakin tertarik untuk melembaga sebagai pembina dan pendamping UKM. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya organisasi ataupun lembaga yag berdiri, baik sebagai lembaga pembina dan pendamping maupun sebagai wadah berhimpun para pelaku UKM itu sendiri. 

Setelah beberapa waktu sebelumnya berdiri kepengurusan Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI), Gerakan Wirausaha Indonesia (Gemawira), Global Enterpreneur Profesional (Genpro), dan juga Perkumpulan Perempuan Wirausaha (Perwira), yang terbaru telah terbentuk pula kepengurusan International Council for Small Business (ICSB) yang kepengurusannya telah dikukuhkan di Pendopo Gubernur pada Hari Senin (13/7) kemarin. Pelantikan dilaksanakan secara virtual, di mana jajaran pengurus yang dilantik berkumpul di Pendopo Gubernur di Mataram, dan Presiden ICSB Indonesia yang melantiknya berada di Jakarta.

Ada yang menarik dari kepengurusan lembaga ini yakni jabatan Ketua Umum yang dipercayakan kepada istri Gubernur NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati, sementara pada jajaran pengurus berkumpul beberapa orang yang juga merupakan pengurus ataupun pimpinan organisasi UKM lainnya. Sebut saja seperti Ricky Hartono Ketua HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Kota Mataram, Hj. Bau Intan Ketua IPEMI NTB, juga Indah Purwanti dan Sayuk Wibawati pengurus IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) NTB. Selebihnya nampak pula sosok akademisi dan juga birokrat dalam susunan kepengurusan tersebut. 

Dengan terbentuknya kepengurusan ICSB tersebut maka semakin luaslah jaringan yang terbuka bagi pengembangan UKM di NTB. Selain beberapa organisasi berskala nasional   yang disebutkan di atas, beberapa organisasi pengusaha yang lain yang juga merupakan jaringan nasional antara lain adalah IWAPI, HIPMI, dan juga Komunitas Tangan Di Atas (TDA). Sementara beberapa pelaku UKM lainnya telah membentuk pula organisasi yang bersifat lokal seperti Serikat Industri dan UMKM (SI UMKM) dan Perhimpunan UMKM NTB. Sedangkan ICSB adalah lembaga pengembangan UKM yang berjaringan internasional yang berpusat di Washington DC, Amerika Serikat.

Cak Fadhil, Ketua Komunitas Tangan di Atas (TDA) Mataram.

Dihubungi terpisah oleh Besiru.com terkait maraknya organisasi pengusaha khususnya UKM ini Ketua Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Mataram Fadhilah yang akrab disapa CAk Fadhil menyambut baik sekaligus memberikan “warning” bahwa dunia bisnis bukanlah panggung selebritas untuk tampil gagah – gagahan, bukan pula sekedar panggung seremonial yang penuh dengan kontes baju seragam dan atribut. Yang diperlukan adalah kesungguhan dan konsistensi untuk terjun ke lapangan mendampingi dan “menemani” para pelaku UKM, menemukan problemnya sekaligus menemukan solusi yang tepat untuk menyelesaikannya.

Sementara Anas Amrullah selaku Wakil Ketua Umum Bidang UMKM, Koperasi dan Industri Kreatif Kamar Dagang dan Industri (KADIN) NTB juga menyambut positif karena semakin banyaknya lembaga yang memperhatikan, itu berarti UKM memang dipandang strategis untuk menjadi salah satu pilar dalam memajukan ekonomi di daerah. Tinggal yang perlu dipikirkan, bagaimana mengkonsolidasikan energi yang banyak ini untuk kemudian bisa mempercepat UKM di NTB bisa naik kelas. Selain itu dibutuhkan sinergi dan koordinasi lembaga, organisasi, asosiasi, komunitas, agar bisa jalan beriringan, tidak tumpang tindih, tidak terjadi perebutan anggota, dan tidak perlu saling klaim. 

Anas Amrullah, Wakil Ketua Umum bidang UMKM, Koperasi & Industri Kreatif KADIN NTB.

Lebih lanjut Anas menyebut bahwa pemerintah daerah harus memberikan dukungan yang sama kepada semua organisasi UKM yang ada saat ini, karena kita harus percaya bahwa tujuan setiap organisasi itu adalah benar-benar untuk memajukan UKM. Sehingga tidak boleh ada perbedaan dukungan, jangan sampai muncul kesan bahwa yang lebih banyak mendapat dukungan dan diberi peran hanyalah organisasi yang dekat dengan pemerintah atau pusat kekuasaan.

Terkait peran KADIN Anas menandaskan, sebagai organisasi yang dibentuk berdasarkan undang-undang dan menjadi induk dari semua organisasi, maka KADIN akan mengambil peran untuk menjadi rumah bersama bagi seluruh organisasi UKM yang ada di NTB. Bersama organisasi-organisasi UKM tersebut, Kadin mengajak untuk bersama – sama membuat roadmap pengembangan UKM di NTB, untuk menjadi masukan kepada pemerintah, dan jika mungkin menjadi acuan bersama pemerintah dan dunia usaha dalam memajukan UKM di NTB. Patut digarisbawahi apa yang disampaikan baik oleh Fadhillah Ketua TDA Mataram maupun Anas Amrullah Ketua KADIN NTB tentang pentingnya sinergi dan kolaborasi antar semua lembaga dan organisasi UKM yang ada. Hal tersebut senada dengan apa yang disampaikan oleh Hj Niken Saptarini Widyawati dalam sambutannya selaku Ketua ICSB NTB yang baru saja dilantik , “Kami mengajak semua pelaku UKM untuk bergandengan, saling membantu, saling mendukung dalam rangka membangkitkan pelaku usaha di NTB.’’


Like it? Share with your friends!

Bambang Parmadi
Praktisi Usaha Kecil, Penggiat Pengembangan Kewirausahaan, Owner Cake Pisang Paling Juara, Penggemar Acara Makan-Makan dan Jalan-Jalan.